erased
⚠ Penulisan mungkin tidak sesuai PUEBI
Yang belum terjadi maka tidak bisa di-rubah.
Berulang kali terus gagal, masa depan dimana semua tokoh merasakan bahagia seolah mustahil diwujudkan. Persembahan diberi untuk memanifestasi masa yang gemilang. Tidak ada yang cuma-cuma, merubah takdir mestinya harus dengan bayaran yang setimpal.
Namun perjalanan hidup dan mati yang rumit bagai tak mengubah getir didalamnya. Luka itu seakan melekat di-sum-sum tulang. Bak noda permanen yang tak kunjung pudar.
Ada yang salah. Takemichi menyadarinya setelah putaran tak terkira. Sang antagonis telah gugur, alasan terbesarnya melakukan lompatan waktu ke masa lalu pun sudah berjaya. Tapi kenapa hanya dia. Kenapa hanya Sano Manjirou yang tidak ada dikesenangan ini. Jujur saja, Takemichi sempat berpikir bahwa jalan hidup yang dipilih oleh pemimpin toman itu tak payah lagi diganggu.
Semua hidup, masa depan yang terbaik. Sampai akhirnya Takemichi sadar, hidup bukan berarti bahagia.
“Kematian Emma membuatnya benar- benar hancur.”
Takemichi menjatuhkan pandangannya, menatap ujung kaki dengan sendu. Ia tahu itu, bahkan dia yang kini berbicara pun tak kalah hancurnya.
“Tapi Mikey belum menjauh kala itu.”
Apa sebenarnya yang membuatnya menjauh? Takemichi berusaha untuk menemukan jawabnya namun nihil.
“Pada akhirnya ia bertemu seseorang yang bisa memudarkan luka dihatinya.”
Draken—pria yang sedari tadi berbicara tersenyum simpul. Sedangkan manusia lain yang berada di atelir mengangkat wajahnya, bertanya-tanya mengenai seseorang yang berhasil memudarkan luka di hati sang Mikey.
“Mereka bertemu saat tahun kedua sekolah menengah atas. Mikey mulai berubah, ia kembali seperti dirinya yang dulu sebelum kehilangan adiknya.”
Takemichi membelalak, ternyata ada momen seperti itu dimasa lalu. Wajar saja ia tidak tahu karena dua tahun sebelum kejadian itu ia sudah kembali ke masa depan.
Siapa orang itu? Apakah menyimpangnya jalan hidup Mikey berhubungan dengan orang tersebut? Sekelebat pertanyaan mulai muncul di otak.
“Untuk pertama kali dalam hidupnya Mikey merasakan jatuh cinta, pemuda itu merasakan sesuatu yang berbeda dihatinya selain kepedihan.”
Sekejap melupakan ketakutannya, Takemichi tanpa sadar mengulas senyum, ia senang mengetahui bahwa Mikey pernah mencicipi asmara.
Draken menegakkan tubuhnya, kedua tangan berpangku diatas lutut, ia berbalik menatap takemichi. Sorotnya layu.
“Namun itu tidak berlangsung lama, kisahnya berakhir tragis.”
Takemichi sudah menduganya yang menjadi pertanyaan adalah skenario macam apa yang mengakhiri kisah Mikey bersama cinta pertamanya.
“Gadis itu dijadikan persembahan agar Mikey kembali ke kegelapan.”
“Aku tidak mengerti maksudnya,” Takemichi membuka mulut.
“Lagi dan lagi Mikey harus merasa kehilangan. Gadisnya dipaksa bertemu kematian, orang orang sialan itu merenggut nyawanya.” Draken menggeram, tangannya dikepal, rahangnya mengeras mengingat masa lalu.
Bukankah kisaki sudah tidak ada, lalu siapa lagi yang ingin Mikey terus berada di jalan kenakalan.
“Sejak kematiannya Mikey mulai merasa jika dirinya merupakan kesialan, ia mulai menjaga jarak, aku berpikir bahwa Mikey tak ingin lagi melihat orang orang terdekatnya berjatuhan. Alhasil keinginan orang-orang itu terwujud, Mikey menjadi sosok yang mengerikan.”
Takemichi hanya bisa terdiam, banyak kontradiksi yang bermunculan diotaknya.
“Jika kau penasaran siapa orang yang sangat ingin Mikey terus berada dikegelapan maka jawabnya adalah Sanzu Haruchiyo.”
Takemichi ingin, sangat ingin mengubah masa lalu, mencegah kematian yang belum terjadi. Tapi terdapat satu hambatan yang tak dapat ia tepiskan. Perjalanan waktu yang dilakukan olehnya hanya bisa kembali ke dua belas tahun yang lalu, sedangkan pertemuan Mikey dengan pelipur lara-nya terjadi sepuluh tahun yang lalu saat Mikey masih duduk dikelas dua sekolah menengah atas.
Bagaimana caranya mengubah sesuatu yang bahkan masih sangat jauh dari waktu terjadinya?
Satu satunya cara yang terpikir oleh Takemichi adalah meniadakan pertemuan yang berakhir tragedi. Semua tidak akan terjadi jika Mikey tak pernah dipertemukan dengan cinta pertamanya namun itu juga berarti kisah filantropi Mikey bersama kekasihnya tak akan pernah ada di catatan hidup.
Sangat disayangkan, tapi apa boleh buat? Daripada kematian dan keputus-asaan yang mengambil alih, lebih baik jika ditiadakan.
Takemichi kembali ke masa lalu berbekal sebuah nama. Nama sekolah dan nama gadis itu, gadis yang dijadikan persembahan untuk kembalinya Mikey ke jalan yang menyimpang.
Hanya perlu mencegah Mikey bersekolah ditempat yang dulu seharusnya sudah cukup.
Ditahun ini penggunaan internet masih sangat minim Takemichi kesulitan untuk mencari identitas perempuan itu. Ia hanya penasaran orang macam apa yang menarik hati Mikey.
“Bagaimana jika takdirmu dirubah tanpa sepengetahuanmu?”
Takemichi merasa seperti tertangkap basah sedang melakukan tindak kejahatan. Tubuhnya menegang, netranya menatap jalanan raya dengan tajam.
“Tiba-tiba saja aku berpikir demikian, dan terkadang yang aku pikirkan sering terjadi.”
Toleh ke kanan dan berjumpalah sang pengubah takdir dengan gadis rupawan yang tidak dikenal olehnya.
“Maaf berbicara tidak jelas, hanya saja suasananya sangat sepi, hanya kita berdua.”
Cengiran yang terakhir dilihat sebelum Takemichi mengedarkan pandangannya ke sekitar halte bus. Benar, hanya mereka berdua yang ada ditempat tersebut.
“Bisa saja itu terjadi.” Takemichi tak mau memandang gadis disebelahnya. Mengingat kembali bahwa ia merupakan seorang pengubah takdir jadi perkataan gadis itu tidak bisa dianggap lelucon.
“Kau dan aku sama-sama aneh.” Kekehan terdengar oleh rungu. “Takdir sudah ditetapkan bagaimana bisa dirubah.”
Takemichi tersenyum miring mendengarnya.
Dunia seolah berhenti berotasi, telinga berdenging kuat. Pelafalan nama membuat Takemichi mematung dalam waktu yang cukup lama. Bus yang ditunggu pun sudah berlalu, pergi bersama gadis yang beberapa saat yang lalu berbincang bersamanya.
“Firasat yang mengerikan,” desisnya.
Terhapus, tergantikan, narasi percintaan yang mulanya tersemat dibuku takdir kini hilang. Hari Demi hari yang dilalui penuh afeksi telah sirna, lebih tepatnya tidak pernah ada.
Selisih jalan bagai asing, tiada sapaan hangat, mereka hidup dalam dunianya sendiri. Terdetak untuk bertatap namun hanya sekilas kembali berpaling.
Kisah Mikey dan cinta pertamanya hilang bagai kabut diburu sinar matahari.
Masa depan berubah menjadi lebih baik. Takemichi berhasil.
Berhasil memotong ikatan yang bahkan belum terikat.
Memang sebaiknya mereka tidak pernah bertemu.
FIN